Advertisement
Mengevaluasi Feng Shui Rumah Tinggal

Dengan semakin banyaknya buku-buku dan majalah yang membahas Feng Shui, maka semakin banyak pula kelompok masyarakat yang menaruh perhatian pada pengetahuan meta-fisik ini. Pemahaman terhadap Feng Shui telah mendorong untuk lebih baik mengenali situasi rumah mereka sendiri. Dengan demikian maka ada usaha-usaha untuk memperbaiki Feng Shui rumah oleh sendiri.

 Yang menarik dan perlu dikemukakan disini ialah bahwa tulisan yang ada telah menyebabkan timbulnya perbedaan pendapat; dan perbedaan itu kerap-kali menjadi sumber konflik diantara suami-isteri. Interpretasi yang berbeda menyebabkan adanya pertentangan pendapat tentang bagaimana sebaiknya rumah ditata menurut Feng Shui yang baik. Friksi semacam ini mungkin juga terjadi disebabkan karena tulisan yang tersedia itu tidak cukup lengkap serta tidak memadai untuk melakukan evaluasi rumah tinggal. Sebagai akibatnya, rumah-rumah yang katanya sudah diperbaiki Feng Shui-nya 'sesuai' dengan petunjuk dalam buku dan artikel yang ada malah menjadi amburadul; rumah jadi tambal sulam, dan bahkan tidak jarang semakin buruk Feng Shui-nya. Biaya yang telah dikeluarkan untuk melakukan perbaikan rumah tidak sedikit; akhirnya yang diperoleh hanya kerugian saja.

Melakukan sendiri evaluasi Feng Shui rumah tinggal memang bukan merupakan hal yang tidak mungkin. Feng Shui adalah suatu pengetahuan klasik yang bersifat metafisik dan bisa dipelajari siapa saja yang mempunyai keinginan untuk belajar. Apabila ada diantara pembaca yang ingin mencoba mengevaluasi sendiri kondisi Feng Shui rumah tinggal, maka yang diperlukan yaitu mengetahui caranya langkah demi langkah. Perubahan Feng Shui rumah tinggal tidak perlu dengan segera dilakukan; lagipula ada perhitungan waktu-waktu yang baik untuk melaksanakan renovasi. Apabila ada keraguan sebaiknya didiskusikaan dengan teman-teman atau dapat ditanyakan kepada orang yang benar-benar akhli-nya.

Sejak ditemukan (konon lebih dari dua ribu tahun lalu), Feng Shui sebagai pengetahuan telah mengalami banyak perkembangan. Banyak aliran yang timbul sebagai penyesuaian letak geografis maupun kebudayaan setempat. Mengenali perubahan ini memang tidak mudah, karena perlu diketahui dasar-dasar yang menyebabkan timbulnya perubahan tersebut. Walaupun demikian semua perkembangan yang ada pada dasarnya memiliki prinsip yang sama.

Prinsip utama Feng Shui ialah terdapat Keseimbangan dan Keharmonisan. Prinsip ini berlaku untuk Yin-Yang lima elemen. Yin-Yang memberi petunjuk adanya dua sifat berbeda yang saling melengkapi: Gelap-terang; Keras-lembut; Terbuka-tertutup; Maskulin-Feminin; dan Aktif-Pasif. Lima elemen bumi ialah: Air, Api, Kayu, Logam dan Tanah; kelima elemen ini bisa saling menghasilkan ('produktif') atau saling mengendalikan ('kontrol'). Bagian pertama tulisan ini membahas prinsip Yin-Yang lebih dahulu; sedang pada bagian ke-dua akan dibahas prinsip Lima-Elemen.

Prinsip pertama, YIN-YANG, menghendaki semua gejala dalam kehidupan manusia berada dalam keseimbangan dua kutub ini. Sebuah rumah tinggal perlu ada unsur Aktif dan unsur Pasif. Sebuah rumah tidak seperti kamar hotel yang dipergunakan untuk tidur dan istirahat (pasif) saja. Rumah perlu memiliki ruangan yang dipergunakan sebagai aktivitas aktif, seperti memasak, makan bersama, bercengkrama dengan sanak-keluarga; dan bahkan mungkin sebagian rumah dipakai untuk tempat bekerja. Kedua keadaan itu perlu seimbang. Rumah yang lebih banyak didominasi oleh unsur Aktif saja juga tidak akan baik; sebaliknya juga demikian. Aktif dan Pasif merupakan kondisi yang perlu diseimbangkan; dan ini bisa dilihat pada bagian-bagian rumah Anda.

Sifat Maskulin-Feminin dalam rumah menandakan bahwa rumah tidak seluruhnya untuk fungsi-fungsi dengan keperluan feminin saja; kebutuhan akan fungsi maskulin juga perlu ada, sehingga keadaannya dalam keharmonisan. Sifat ini bisa juga dikaitkan dengan sifat Keras-Lembut. Prinsip ini bisa diamati pada rumah tinggal dalam beberapa hal. Fasade (tampak depan) rumah misalnya, perlu menampilkan sifat Maskulin-Feminin dan Keras-Lembut ; ada bagian rumah yang memiliki karakter keras dan kokoh. Pada rumah tinggal berlantai dua, fasade bagian bawah rumah bisa dibuat kokoh, sedang bagian atasnya lebih ringan. Interior rumah menampilkan garis-garis lembut, eksterior rumah garis yang kokoh. Cobalah kenali rumah Anda, apakah kedua sifat yang disebutkan ini ada, dan apakah keduanya dalam keadaan seimbang ?

Sifat rumah yang berada dalam keadaan Terbuka-Tertutup terkait dengan sifat Terang-Gelap. Bagian rumah tinggal perlu ada yang terbuka dan perlu ada yang tertutup. Rumah tinggal yang baik tentu memiliki bagian depan rumah sebagai halaman depan, dan bagian bangunan yang merupakan bagian tertutup. Halaman depan rumah perlu apik dan rapih, karena dari sinilah masuknya aliran 'Chi' ke dalam rumah. Bagian belakang rumah yang terbuka jika memungkinkan juga perlu ada; halaman belakang rumah merupakan bagian yang diperlukan untuk menyalurkan 'Chi' keluar rumah.

Keadaan terang-gelap perlu diperlihatkan dalam ruangan-ruangan di dalam interior rumah. Pada dasarnya setiap ruangan perlu ada bagian yang gelap (dinding) dan bagian yang terang (pintu, jendela). Untuk sektor aktif, bagian terang lebih banyak dari bagian yang gelap; sedangkan untuk sektor pasif, lebih banyak gelap daripada terang. Jika suatu ruangan semuanya gelap tertutup oleh dinding masif, tentu saja kurang baik Feng Shuinya; hal ini juga berlaku jika suatu ruangan dibatasi semua dindingnya oleh pintu dan jendela, sehingga terlalu terang dan terbuka. Keadaan yang seimbang tentu saja bisa Anda rasakan. Cobalah kepekaan Anda untuk melihat sifat Yin Yang ini; kemudian simpulkan apakah keadaan itu cukup baik dan seimbang.
 
 
Sumber: Properti.net

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

Member Login

Visitor Online