| Pemanasan Global dan Konsep Rumah Hemat Energi |
|
Pemanasan dunia dan level tinggi carbon emissi bukanlah hanya sekedar isu, namun sudah benar-benar terjadi. Dalam 10 tahun ke depan, bila trend penggunaan energi fosil dan peningkatan emisi karbon ke atmosfir tetap tidak berubah, maka kurang lebih 8-10 % luas daratan akan berkurang setiap tahunnya, dan dalam 10 tahun berikutnya malapetaka sudah di depan mata. Sebagai negara dengan bentangan garis pantai terpanjang di dunia, juga sebagai negara yang seluruh wilayahnya di kawasan Equator, Indonesia bisa memandangnya sebagai hal yang menguntungkan atau bahkan menjadi titik kerugian yang sangat besar. Hal ini disebabkan dengan tingginya irradiance matahari di kawasan ini, yakni rata-rata 200- 250 W/m2 selama setahun, atau 850-1100 W/m2 selama masa penyinaran menjadikan suhu permukaan akan naik lebih tinggi dari daerah lain didunia. Irradiance yang besar ini bisa dimanfaatkan secara luas menjadi potensi energi yang luar biasa atau juga akan menjadi kendala yang sangat besar sebab dengan tingginya suhu permukaan di kawasan Indonesia, akan dibutuhkan energi yang besar pula untuk menyejukkan ruangan rumah. Untuk Konsep Rumah Hemat Energi, hampir 35-38 % energi yang digunakan perumahan adalah untuk kebutuhan AC perumahan. Penggunaan Kipas membutuhkan 20-25 % dari total energi untuk perumahan. Ini jelas terlihat, bahwa iklim tropis yang panas menjadikan energi lebih dominan dibutuhkan untuk kenyamanan beraktifitas pada suatu ruangan. Dan bila setiap rumah di dunia rata-rata menyumbang tidak kurang 20 % emisi karbon ke atmosfir. Maka angka-angka di atas yang menggambarkan kerusakan alam di dunia, secara tidak langsung adalah kontribusi setiap umat di dunia. Dengan mengembangkan konsep ‘Rumah Hijau’ kita bisa mengurangi pemborosan energi, kita bisa menghambat pemanasan dunia. ‘Konsep Rumah Hijau’ mampu menekan penggunaan listrik secara signifikan dengan kenyamanan yang jauh lebih baik. Penataan kawasan pun manjadi rapi, indah dan asri. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam konsep rumah hijau, seperti skala ruangan, jumlah ruang yang terkadang berlebihan, semakin banyak pepohonan dan aliran udara jendela yang benar akan memberikan kenyamanan akan aliran udara yang baik sehingga kebutuhan energi untuk AC dan kipas bisa dikurangkan. Penerangan dari lampu listrik bisa dikurangi bila desain gedung atau perumahan memakai konsep ‘Penyinaran hijau’ yakni cahaya matahari mampu memberi penerangan yang sangat baik pada siang hari sehingga pemakaian listrik untuk penerangan pada siang hari tidak diperlukan lagi. Ada hal yang paling sulit dan berat untuk diterapkan, namun kita harus melakukannya, yakni kebiasaan hidup hemat. Hal ini kita bisa mulai dari diri sendiri mulai dari hal yang kecil seperti mematikan lampu sehabis memakai misalnya, juga mengurangi pekerjaan pada malam hari bila bisa dilakukan pada siang hari seperti membaca, menulis dan lain-lain.
|
| < Sebelumnya |
|---|